jump to navigation

Kesaksian Pengguna

Dalam halaman ini kami seengaja menayangkan beberapa kesaksian para pengguna Zendagi Habbatussauda, dari berbagai tempat di Indonesia, nomer kontak sengaja tidak dicantumkan untuk menjaga privatisasi.

lulu2

Anwar Fitri, 35 th, karyawan.

Duri, Riau, Indonesia.

Saya pekerja di sebuah perusahaan di kota Duri, diantara kebiasaan burukku adalah sering mengulur-ulur waktu makan, akhirnya saya terkena maag yang lumayan, sampai-sampai setiapkali minum air es saya harus memuntahkannya lagi.

Seorang teman lama menawarkan kepada saya untuk meminum Zendagi Habbatussauda’, setelah saya habiskan 1 buah botol, alhamdulillah, air es, makanan pedas, dan makanan apapun bisa masuk tanpa harus dimuntahkan kembali.

Sampai sekarangpun saya masih sering mengkonsumsi Zendagi Habbatussauda’ ini untuk menjaga stamina dan pertahanan tubuh saya dari serangan penyakit-penyakit yang tidak tahu asalnya.

dodi1

Dodi Saputra, 18 th, Pelajar.

Sei. Rangau, Rokan Hilir Riau, Indonesia

Saya pernah menderita penyakit yang kata dokter saraf dari mulai kelas X, entah apanya yang jelas selama saya menderita peyakit ini setiapkali otak saya ajak untuk berfikir keras rasanya seakan-akan mau pecah, sampai-sampai saya harus rutin berobat 2 kali dalam sebulan untuk sakit saya ini, untuk diketahui setiapkali saya berobat orangtua saya harus mengeluarkan biaya Rp 135,000.

Alhamdulillah, ada seorang guru yang menyarankan saya untuk beralih kepada pengobatan alternative alami, beliau tawarkan Zendagi Habbatussauda’, setelah saya konsumsi 2 buah botol, alhamdulillah, biasanya sebelum menghadapi ujian saya harus terus rutin meminum obat sampai sekarang sakit yang saya derita sudah tidak saya rasakan dan sekarang saya selalu bolos dari berobat kepada dokter.

bu-suryati

Drs. Suryati, 39 th, guru.

Jl. Setia Budi, Desa Harapan, Duri, Riau

Saya memiliki riwayat penyakit migraine semenjak di SMA, sebelum mengenal Zendagi saya sering berobat ke dokter, tapi selama itu juga saya belum merasakan perubahan membuat saya harus mengkonsumsi obat medis.

Sampai akhirnya seorang teman sejawat menawarkan Zendagi Habbatussauda ini, saya konsumsi terus sampai 5 botol. Tidak terasa setelah saya konsumsi 5 botol Zendagi Alhamdulillah memang saya merasakan banyak perubahan selain penyakit yang menahun saya sekarang sudah pulih ada juga perubahan lain yang saya rasakan dimana flek-flek hitam di bagian wajah saya yang dulu, sekarang mulai memudar, ternyata selain pengobatan Zendagi dapat juga digunakan untuk menjaga kecantikan kulit. Subhanallah…….

bu-ses

Sesnawati S.Pd. 35 th. Guru

Jl. Asrama Tribrata, Duri, Riau.

Saya pernah keguguran sampai dirawat di salahsatu Rumah Sakit, setelah peristiwa itu tamu bulanan saya tidak beraturan bahkan sering merasakan sakit perut saat-saat ia datang sampai-sampai mengganggu aktifitas kerja saya.

Alhamdulillah, setelah beberapa tahun hal tersebut saya alami, ada seorang teman sejawat yang menawarkan Zendagi Habbatussauda ini, satu botol saya coba untuk menghabiskannya. Tidak terasa tidak berapa lama ada gumpalan darah yang keluar saat tamu bulanan saya datang.

Alhamdulillah, semoga menjadi pelajaran bagi kaum hawa terutama dan bagi umat islam umumnya untuk bersegera berpindah cara pengobatan dari medis kepada obat sunnah Habbatussauda.

bu-zul

Zulmiyati S. Pd, 27 th. Guru.

Jl. Jend. Soedirman Duri, Riau, Indonesia

Sebagai pengidap asma, saya sering menghadapi masalah ketika harus melakukan pekerjaan berat, karena apabila saya lakukan itu maka asma saya pasti kambuh. Selama ini saya sering berobat ke dokter medis, namun karena asma ini mungkin sudah mendarah daging sampai sekarangpun masih belum sembuh benar.

Tapi semenjak saya mengkonsumsi Zendagi Habbatussauda saya banyak merasakan perbedaan yang mendasar dibandingkan dulu hanya mengkonsumsi perobatan medis, saya lebih merasakan bahwa stamina saya lebih baik dari biasanya setelah mengkonsumsi Zendagi Habbatussauda.

ibu-nori1

Ibu Nori, 45 th, Ibu rumah tangga.

Km. 5 Kulim, Duri. Riau, Indonesia.

Saya mengenal Zendagi Habbatussauda dari anak saya yang sekolah di sebuah pesantren di Duri, awalnya saya membawa berita buruk kepada anak saya bahwa kakak saya (mak uwo anak saya) sedang menderita lumpuh, dokter bilang stroke. Sudah beberapa kali berobat ke dokter belum juga sehat. Kemudian anak saya menyarankan untuk konsultasi ke rumah seorang gurunya. Secara kebetulan Zendagi di rumahnya sedang habis, namun beliau memberikan 10 butir kapsul untuk diminumkan kepada kakak saya.

Alhamdulillah, setelah menghabiskan 10 butir dengan izin Allah, kakak saya sudah mulai berjalan 2 – 3 meter. Hari berikutnya, anaknya pergi ke rumah guru tersebut dan membelinya sebotol untuk kelanjutan terapi kakak saya.

Dengan kejadian tersebut, akhirnya saya mengikuti jejak kakak saya untuk mengkonsumsi Zendagi, kebetulan saya memiliki riwayat penyakit yang perlu diobati dengan menggunakan terapi Habbatussauda.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.